Pramuka Masa Kini

Pramukasiana – Yuk kita berkenalan lagi dengan Pramuka masa kini. Hampir setiap orang di Indonesia pernah mengikuti kegiatan Pramuka. Terlebih setelah Gerakan Pramuka diwajibkan disetiap jenjang sekolah dari SD sederajat, SMP sederajat, sampai SMA sederajat. Bahkan setiap orang juga mengetahui manfaat positif dengan mengikuti kegiatan Pramuka. Pada era tahun 1970-an dan 1980-an Gerakan Pramuka begitu populer. Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Hampir setiap pelajar dan mahasiswa merasa bangga apabila mengenakan seragam Pramuka.

Pramuka kurang diminati generasi muda sekarang

Mengapa Pramuka cenderung kurang diminati generasi muda? Terutama pelajar, pemuda, dan mahasiswa. Beberapa sinyalemen muncul menanggapi tentang menurunnya minat generasi muda terhadap Gerakan Pramuka. Ternyata, penyebabnya banyak faktor. Berbagai pendapat mengatakan bahwa Pramuka kurang diminati generasi muda sekarang diantaranya karena beberapa hal berikut :

  • Pola Pembinaan atau Pelatihan dalam Pramuka yang Bersifat Monoton

Kegiatan pramuka

Pola pembinaan yang monoton bisa disebabkan oleh sistem pembinaan Pramuka yang rata-rata dilakukan oleh guru kelas biasa yang tidak mengikuti kursus. Guru-guru tersebut kurang tahu persis pengetahuan dasar Kepramukaan, pengetahuan umum Kepramukaan, dan teknik Kepramukaan sehingga pola latihan Pramuka kurang variatif. Padahal untuk menjadi Namun, entah mengapa Gerakan Pramuka saat ini kurang bergaung dan sepertinya tertidur. Pembina Pramuka minimal harus lulus Kursus Pembina Mahir Dasar (KMD). Dengan mengikuti KMD, Pembina minimal mengetahui seluk beluk dan rohnya Pramuka dan mampu menerapkan sistem latihan yang tepat guna. Sehingga materi yang disampaikan mudah difahami dan tidak monoton disertai dengan pola latihan yang seru dan interaktif.

  • Kurang Seriusnya Pembinaan Pramuka di Sekolah-Sekolah

Kegiatan Pramuka

Kegiatan Pramuka disekolah-sekolah kurang berkembang. Keadaan itu bisa disebabkan oleh kurang seriusnya pembinaan Pramuka di sekolah-sekolah. Untuk menanganinya diperlukan kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak Kwartir Ranting dan Kwartir Cabang Pramuka setempat.

Jika pihak sekolah ingin meningkatkan pembinaan tetapi dari Kwarcab atau Kwaran tidak menyuplai Pembina, proses pembinaan tidak akan berjalan. Sebaliknya, jika Kwarcab maupun Kwaran memotivasi pembinaan tetapi pihak sekolah tidak memiliki perhatian terhadap Pramuka, hasilnya akan sama saja. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus sejalan dalam menangani Pramuka.

  • Kurangnya Peran dan Fungsi Pemerintah

anak pramuka

Peran pemerintah dalam meningkatkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap Pramuka ternyata juga sangat berpengaruh. Namun, sekarang ini peran itu mulai berkurang. Contohnya pada zaman dahulu pemerintah menetapkan kebijakan setiap siswa yang ingin menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) terlebih dahulu harus bergabung dengan Pramuka. Akan tetapi saat ini siapapun bisa menjadi anggota Paskibra. Walaupun sudah ada kebijakan wajib Pramuka bagi Kurikulum 2013. Namun, pelaksanaannya pun tetap memerlukan pengawasan agar tujuan Pramuka tersebut tercapai sehingga tidak sekedar formalitas saja.

kegiatan pramuka masa kini

Melihat fenomena tersebut, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan watak, karakter, mental, jiwa patriotisme dan kecakapan generasi muda harus bangkit. Gerakan Pramuka ke depannya harus aktif dalam merancang kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan terus berinovasi untuk kemajuan bangsa da negara. Pramuka harus mampu menghadapi tantangan masa kini yang ada dalam kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, Pramuka harus kreatif dalam kegiatannya untuk menarik minat generasi muda. Akan tetapi, kegiatan kreatif tersebut tidak kehilangan roh dan jiwa Pramuka.

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia untuk menjadi manusia dan warga negara Indonesia yang berkepribadian, berwatak luhur, cerdas, cakap, tangkas, kreatif, terampil, rajin, serta sehat jasmaniah dan rohaniah yang berdasarkan Pancasila dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertindak atas landasan Pancasila da UUD 1945.

Ibarat kata bijak mengatakan “Orang yang tidak mempunyai, tak bisa memberi”. Begitu halnya Pembina Pramuka yang tidak mempunyai  roh dan jiwa Pramuka mustahil dapat memberikan roh dan jiwa tersebut kepada peserta didiknya. Oleh karena itu, Sistem Among (Sistem Kepemimpinan Pramuka) harus diresapi, dihayati, dan diamalkan oleh para Pembina dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab.

Gerakan Pramuka terdapat sistem pendidikan yang khas

Sesungguhnya pantas dan layak jika Kepramukaan itu dicintai dan diminati oleh anak-anak dan pemuda. Hal ini dikarenakan dalam Kepramukaan terdapat kebhinekaan, kekeluargaan, kesantunan, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Selain itu, dalam Gerakan Pramuka terdapat sistem pendidikan yang khas, antara lain sebagai berikut :

  • Adanya Ketentuan Moral dan Kode Kehormatan

Dalam Gerakan Pramuka terdapat ketentuan moral atau kode kehormatan. Kode Kehormatan Gerakan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya dan ketentuan moral yang disebut Dharma. Keduanya merupakan satu unsur dari metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan prinsip dasar Kepramukaan. Dengan adanya ketentuan moral atau kode kehormatan tersebut, sistem pendidikan dalam Gerakan Pramuka menjadi lebih terarah dan berpedoman.

  • Menggunakan Sistem Kerukunan atau Sistem Beregu

pramuka masa kini

Setiap pasukan dalam Pramuka dikelompokkan ke dalam regu-regu (untuk golongan Penggalang). Semua tugas yang diterima dan semua rintangan yang dihadapi harus diatasi oleh regu sebagai satu kesatuan yang utuh. Dengan sistem beregu inilah rasa kebersamaan dan kerukunan layaknya kekeluargaan dapat terjalin.

  • Menggunakan Sistem Among

Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dalam hubungannya antara Pembina dengan peserta didiknya menggunakan sistem among. Sistem aming berati mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rohani, dan fikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. Gerakan Pramuka melaksankan prinsip-prinsip kepemimpinan seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara.

Dalam melaksanakan tugasnya seorang Pembina pun harus bersikap dan berperilaku berdasarkan cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhaan, kesanggupan berkorban, dan rasa kesetiakawanan sosial. Sebagai seorang Pembina juga harus bersikap disiplin disertai inisiatif dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara, bangsa, alam, dan lingkungan hidup. Pembina dengan peserta didik tidak menggurui, tidak mengenal istilah senior dan junior, menjunjung tinggi persamaan hak serta saling menghormati.

  • Adanya Pendidikan di alam bebas

Sejak dari awal kegiatan-kegiatan dalam Kepramukaan lebih banyak yang berjenis outbond. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan di alam bebas yang tidak dibatasi oleh dinding-dinding sekolah atau tembok-tembok rumah keluarga. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan di alam bebas, setiap Pramuka akan benar-benar mendapatkan pengalaman secara langsung. Selain itu, kegiatan tersebut juga menumbuhkan rasa cinta terhadap alam semesta.

  • Memiliki Kegiatan yang Menarik dan Menantang

Salah satu sifat yang ada dalam kegiatan-kegiatan Kepramukaan adalah menarik dan menantang. Kegiatan harus bersifat menarik agar kegiatan yang dilakukan tidak menjemukan dan membosankan. Kegiatan dalam Kepramukaan harus selalu menyenangkan. Selain itu, kegiatan dalam Kepramukaan juga harus menantang. Sifat tersebut akan berpngaruh terhadap pengembangan diri. Dengan melakukan kegiatan yang menantang diharapkan setiap Pramuka memiliki jiwa pemberani dalam menghadapi berbagai persoalan, ujian, dan berani dalam mengambil keputusan.

  • Pengaderan Pembina yang Terprogram rapi

pramuka masa kini

Dalam Gerakan Pramuka hampir setiap tahun menyelenggarakan pendidikan pengaderan Pembina yang diberikan oleh pelatih dalam sebuah kursus. Dengan adanya pengaderan akan tercipta SDM yang mampu dan memiliki konsistensi untuk melatih para peserta didik.

Dengan demikian diharapkan melalui Gerakan Pramuka dapat dicetak generasi pelurus, bukan sekedar penerus. Karena generasi pelurus hanya meneruskan yang baik-baik. Mari bergabung dan jadi  bagian dari Pramuka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*