Penggalangan Dana, dan Dampak bagi revolusi 4.0

Pramukasiana – Zaman ini, di era revolusi 4.0 banyak manusia sepenuhnya bergantung pada dunia digital, perkembangan digital kali ini memasuki berbagai bidang kehidupan manusia, terutama pada bidang sosial.  Hal ini, sering kita temui di social media dimana interaksi manusia zaman sekarang mencakup seluruh golongan. Dan dikuatkan oleh bukti data bahwa hampir 98% warga Indonesia memiliki akun media social, kemajuan digitalisasi tersebut juga didukung oleh platform layanan jasa keuangan (financial technology / fintech)

Perkembangan interaksi sosial di dunia digital kini memasuki bidang filantropi, dimana para pengguna internet berlomba untuk berbagi kebaikan melalui wesite penggalangan dana (crowdfunding). Gerakan ini awalnya dimulai di media social, ketika suatu komunitas yang bergerak pada bidang kemanusiaan, meminta bantuan berupa donasi untuk membuatu korban suatu peristiwa.

Lambat laun gerakan ini pun tumbuh dan Menjadi trend, hal ini dapat dibuktikkan tumbuhnya website crowfunding pertama yang bernama KitaBisa.com (2013) kemudian disusul oleh website lainnya  seperti Wecare.id (2015), PeduliSehat.id (2018) dan masih banyak lagi. Situs crowdfunding ini dapat mengumpulkan dana hingga kisaran milyaran rupiah melalui ajakan yang diadakan oleh ribuan komunitas, dengan melibatkan donasi yang netizen banyak pula.

Kemajuan perkembangan digital di interaksi social ini wajar adanya.Karena di Indonesia sendiri kemajuan digitalisasi semakin dapat memasuki hampir semua kalangan.Sehingga muncul optimisme bahwa situs crowdfunding dapat Menjadi gebrakan massif bidang sosial Indonesia di zaman digitalisasi revolusi 4.0. Mengingat berdasarkan survey internasional menyatakan bahwa Indonesia merupakan lima besar dalam penyelenggaran filantropi terbesar di dunia. Sehingga, situs crowdfunding sangat menjanjikan dalam menggerak simpati para netizen di era digitalisasi sekarang.

Namun, terkadang muncul sensi dikalangan rakyat Indonesia mengenai apakah aman situs crowdfunding tersebut.Karena juga dijumpai sebuah kegiatan galang dana online yang malah memanfaatkan simpati netizen untuk memperoleh keuntungan yang digunakan bukan untuk orang lain, melainkan untuk kesenangan sendiri.

Hal ini dapat Menjadi pekerjaan para pengelola situs crowdfunding agar dapat selektif dalam mengadakan donasi, agar dapat benar benar membantu korban yang sangat membutuhkan, tanpa mempertanyakan ke-valid an program yang justru dapat mempermainkan emosi para netizen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*